PGP-Angk2-Kabupaten Lahat-Merliana,S.Pd-1.4-Aksi Nyata

 


PGP-Angk2-Kabupaten Lahat-Merliana,S.Pd-1.4-Aksi Nyata

 

MENERAPKAN BUDAYA POSITIF MELALUI KESEPAKATAN KELAS
DI SDN 7 LAHAT SELATAN

1.4.a.10.2. Aksi Nyata -  Budaya Positif 


 

A.    LATAR BELAKANG

Proses pembentukan karakter di awali dengan pembiasaan. Proses pembiasaan inilah yang kita kenal dengan budaya atau membudaya. Maka, dalam rangka membentuk karakter yang diinginkan, perlu di bangun budaya positif dilingkungan baik di sekolah maupun di rumah. Jadi budaya positif adalah kebiasaan positif yang sudah membudaya. Dan apabila budaya positif sudah tercipta maka nilai-nilai karakter yang diharapkan akan terbentuk dan tertanam.

Sejak pandemi Covid-19 yang melanda berbagai negara dibelahan dunia termasuk Indonesia akan berdampak pada berbagai sektor kehidupan salah satunya adalah bidang pendidikan. Pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, termasuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengeluarkan kebijakan mengganti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring) untuk melakukan pembatasan interaksi sosial di lingkungan sekolah. Dengan adanya kebijakan tersebut maka guru dituntut untuk melakukan pembelajaran jarak jauh secara daring dengan memanfaatkan berbagai media online penunjang sebagai pengganti pembelajaran di kelas secara langsung, tanpa mengurangi kualitas materi pembelajaran dan target pencapaian dalam pembelajaran. Lalu bagaimana penerapaan budaya positif agar dapat terbentuk dengan baik di lingkungan kelas daring?

Penting bagi guru untuk memahami bagaimana guru harus memposisikan diri saat berhadapan dengan murid. Dalam komponen kelas daring, posisi guru dapat dikatakan sebagai penggerak utama. Hal ini mewujudkan juga adanya kontrol guru dalam proses belajar mengajar. Guru sudah memposisikan diri sebagai manajer yang meningkatkan motivasi intrinsik murid untuk berkembang dan memberikan dampak positif bagi siswa untuk belajar disiplin dalam diri. Salah satunya dengan peserta didik membuat kesepakatan kelas.

Kesepakatan kelas dibuat  dengan  cara berdiskusi bersama peserta didik tentang kelas impian mereka, harapan dan gali mimpi yang akan dicapai menggunakan  beberapa kata – kata positif, sehingga peserta didik dapat memahami perilaku apa yang diharapkan dari kesepakatan kelas. Kesepakatan yang disusun mudah dipahami dan dapat langsung dilakukan. Untuk mempermudah pemahaman murid, kesepakatan dapat ditulis, dijadikan poster menggunakan aplikasi Canva, atau disusun sedemikian rupa sehingga dapat dipahami dan dilihat oleh peserta didik.

Kesepakatan kelas  yang efektif dapat membantu dalam pembentukan budaya positif peserta didik karena peserta didik yang membuat kesepakatan itu sendiri, sehingga membuat peserta didik lebih termotivasi untuk mewujudkan. Kesepakatan kelas ini akan membuat mereka lebih termotivasi. Kesepakatan kelas  juga bisa bertujuan supaya peserta didik lebih percaya diri. Karena ketika anak bisa mengikuti kesepakatan yang telah dibuatnya bersama, maka ia akan merasa berhasil. Di situlah cikal bakal kepercayaan dirinya tumbuh. Selain itu, kesepakatan diri juga dapat membantu proses belajar mengajar yang lebih mudah dan tidak menekan.

 

Berdasarkan latar belakang di atas, kita memerlukan Inkuiri apresiatif sebagai sebuah pendekatan kolaboratif untuk mengetahui kondisi lingkungan belajar dalam mengembangkan perilaku suatu peserta didik melalui pengajuan pertanyaan yang tersusun dalam tahapan BAGJA dan dijalankan dalam suasana yang positif dan apresiatif. Tahapan-tahapan BAGJA :

 

A.    B-uat  Pertanyaan (Define)

1.      Kelas seperti apa yang kalian inginkan?

2.      Apa yang paling menyenangkan dalam proses belajar daring?

3.      Apakah peserta didik senang belajar daring bersama bu guru?

4.      Apakah peserta didik kesulitan dalam mengikuti belajar daring?

5.      Bagaimana dengan orang tua, apakah membantu kalian dalam belajar selama daring ? Coba Ceritakan !

6.      Bagaimana cara ingin bertanya  dan menjawab di dalam Google meet?

7.      Apa kendala tentang permasalahan yang kalian hadapi selama belajar daring

 

B.     A-mbil Pelajaran (Discover)

1.      Pandemi ini mengajarkan peserta didik dan guru meningkatkan kemampuan dibidang IT.

2.      Pembelajaran digitalisasi memberikan waktu belajar yang lebih fleksibel.

3.       Masa pandemi kita diajarkan tidak boleh bersentuhan secara langsung dan harus menjaga jarak.

4.      Dengan membuat kesepakatan kelas melatih peserta didik akan lebih bertanggung jawab, Disiplin, konsisten, tertib serta kepedulian mereka.

 

C.    G-ali Mimpi (Dream)

1.      Bagaimana upaya kita untuk mewujudkan kelas yang efektif ?

2.      Bagaimana melatih kemandirian dalam belajar daring?

3.      Bagaimana mengumpulkan tugas tepat waktu?

4.      Bagaimana membantu teman yang kesulitan dalam menginstal Aplikasi Google meet dan  mengikuti pelajaran Daring?

5.      Sumber belajar apa yang tersedia dalam belajar Daring?

 

D.    J-abarkan Rencana (Design)

1.      Apa yang harus dikerjakan dalam tugas Daring nantinya?

2.      Siapa yang membuat poster kesepakatan kelas?

3.   Apakah setiap guru dan siswa memiliki Laptop/Hp serta Kuota Internet dalam belajar Daring?

4.     Apakah seluruh siswa mendukung kesepakatan kelas yang akan dibuat?

5.    Apakah langkah invite untuk mendukung kesepakatan kelas dan budaya positif di kelas Daring?

 

E.     A-tur Eksekusi (Deliver)

1.     Siapa yang terlibat dalam membuat kesepakatan kelas ini?

2. Bagaimana cara guru mengkomunikasikan atau melaporkan hasil observasi terhadap murid?

3. Siapa yang bertanggung jawab dalam Kesepakatan kelas jika ada yang tidak mematuhi?

 

 

 

B. DESKRIPSI AKSI NYATA

Tujuan

1.      Kesepakatan bersama menjadi panduan kegiatan yang harus dilakukan anak setiap hari

2.      Melatih anak agar memiliki sikap disiplin sejak dini

3.      Melatih anak agar memiliki rasa tanggung jawab

4.      Menumbuhkan sikap peduli

5.      Belajar lebih konsisten dan tertib

6.      Mengajarkan kejujuran

 

Tolok ukur

1.      Siswa mampu menerima kesepakatan yang telah dibuat bersama

2.      Siswa mampu melaksanakan kegiatan sesuai kesepakatan bersama secara konsisten

 

Linimasa Tindakan

1.      Berdiskusi membuat kesepakatan bersama melalui google meet

2.      Menuliskan hasil kesepakatan bersama di Google Doc

3.      Membuat Poster Kesepakatan Kelas Menggunakan Aplikasi Canva

4.      Menyampaikan hasil kesepakatan bersama kepada orang tua siswa melalui WA grup

5.      Siswa mendokumentasikan kegiatan di rumah sesuai kesepakatan bersama

 

Dalam membuat kesepakatan kelas, tindakan guru kepada siswa adalah sebagai fasilitator, yaitu mengarahkan siswa untuk menuangkan idenya tentang hal positif yang akan dijadikan kesepakatan, selain itu guru juga harus dapat menjadi teladan dalam pembentukan budaya positif tersebut.

 

C. ALASAN MELAKUKAN AKSI NYATA

Motivasi yang mampu diberikan oleh guru adalah motivasi yang bersifat ekstrinsik namun bukan tidak mungkin motivasi yang bersifat ekstrinsik tersebut diakumulasi oleh siswa menjadi suatu bentuk motivasi yang bersifat intrinsik. Dalam menumbuhkan disiplin pada diri murid secara intrinstik, guru perlu berperan pada posisi kontrol manajer yang bertanya dan membuat kesepakatan kelas bila murid melakukan kesalahan atau pelanggaran, bukan menuduh, memberi hukuman atau sebagai teman yang membiarkan murid melakukan kesalahan atau pelanggaran. Hal ini dilakukan karena pendidik sebagai pamong yaitu “menuntun” atau memberikan ‘tuntunan’ agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar. Anak diberi kebebasan, namun perlu  diberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Oleh karena itu, pada kesehariannya, pamong juga berperan sebagai pengontrol untuk mengingatkan murid jika berada dalam bahaya. Pada kesempatan lain, guru juga dapat berperan sebagai teman ketika berinteraksi agar dapat memahami murid dan membangun kedekatan.

Akumulasi dari perkataan-perkataan positif yang ditulis pada kesepakatan kelas peserta didik dijadikan poster dan dikirim ke Watshapp sehingga dapat dibaca peserta didik dan membuat mindset berpikirnya menjadi lebih positif sehingga menjadikan mereka lebih bertanggung jawab akan tugas-tugas yang harus dikerjakan.

 

 

D. HASIL AKSI NYATA YANG DILAKUKAN

Setelah kesepakatan kelas dibuat, respon yang diberikan siswa adalah :

1.      Siswa lebih antusias mengikuti aturan yang mereka buat sendiri.

2.      Siswa memiliki sikap saling menghargai

3.      Siswa saling membantu jika ada teman yang mengalami kesulitan

4.      Kesepakatan yang telah dibuat bersama menjadi acuan untuk menerapkan disiplin

 

E. PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT DAN PELAKSANAAN

Keberhasilan yang didapat dari pembuatan kesepakatan kelas ini adalah siswa dengan kesadaran diri dan bertanggung jawab melaksanakan kegiatan yang telah disepakati. Selanjutnya juga tumbuh sikap saling menghargai dan kerjasama antar siswa dalam membuat kesepakatan kelas dan dari hasil kesepakatan kelas yang dibuat bersama, siswa saling membantu teman jika ada yang kesulitan dalam mengerjakan tugas.

Sedangkan kegagalan yang menjadi tantangan yang dihadapi dalam membuat kesepakatn kelas adalah pada saat membuat kesepakatan kelas tidak bisa melihat respon siswa secara langsung pada saat menyetujui pembuatan kesepakatan kelas karena pembelajaran dari rumah (BDR) secara daring. Selain itu masih ada beberapa siswa yang belum menyampaikan idenya dalam membuat kesepakatan kelas, hanya ikut pendapat teman lain sehingga perlu dorongan dan motivasi untuk bisa mengutarakan pendapatnya.

 

F. RENCANA PERBAIKANUNTUK PELAKSANAAN DIMASA MENDATANG

    Adapun rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang yaitu:

1.    Merefleksikan bersama apa yang membuat kegagalan penerapan  kesepakatan kelas bagi beberapa siswa, lalu mencari solusi untuk mengatasi masalah – masalah yang ada.

2.   Menjalin kerja sama dengan orang tua siswa untuk meningkatkan disiplin positif sehingga kesepakatan kelas yang telah disepakati bersama bisa terlaksana secara konsisten dan menyeluruh.



POSTER KESEPAKATAN KELAS


ZOOM/GOOGLE MEET MEMBUAT KESEPAKATAN KELAS




DISKUSI DI CHAT DI  WHATSAP








Link pada Google Dock Hasil Diskusi Pembuatan Kesepakatan Kelas

 

https://docs.google.com/document/d/1M7zHWw1uZNulaW1Fgu96IhiMlyslaqbJo-KsemDnT9c/edit?usp=sharing





Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERJALANAN SANG PENGGERAK_MERLIANA, S.Pd_CGP_ANGKATAN_2_SDN_7_Lahat_Selatan_Kab_Lahat

Koneksi Antar Materi_Pendidikan yang Memerdekakan_CPP A10-SUM-SEL

2.1.a.9- KONEKSI ANTAR MATERI-PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI