3.3.a.10 Aksi Nyata Pengelolaan Program Yang Berdampak pada Murid

PGP-Angkatan 2 – Kabupaten Lahat – Merliana, S.Pd – Rancangan Aksi Nyata Paket Modul 3



1.    RANCANGAN AKSI NYATA

 

Program AKSHO dan ZIGMA

(Ayo Kita SHolawat dan ZIkir paGi bersaMA)

 

1.1.  PENDAHULUAN

Pendidikan Karekter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukan bagi generasi selanjutnya. Tujuan Pendidikan Karakter adalah membentuk penyempurnaan diri individu dan melatih kemampuan diri demi menuju hidup yang lebih baik. Selain keluarga, sekolah memegang peranan yang sangat penting dalam penumbuhan karakter peserta didik. dengan melakukan program yang berdampak pada murid. Dengan mayoritas peserta didik dan guru semuanya Muslim, maka program pembiasaan AKSHO dan ZIGMA dapat dilaksanakan setiap pagi hari sebelum peserta didik masuk kelas. Program ini merupakan salah satu upaya menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien. penumbuhan karakter melalui pembiasaan yang dilakukan secara rutin dan terprogram akan mampu menangani dan mencegah perilaku negatif peserta didik. SDN 7 Lahat Selatan mempunyai Visi dan Misi yaitu Unggul dalam Prestasi, Berkualitas, Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, Melalui Pendekatan Pembelajaran Berbasis IT dan Memiliki Sumber Daya atau Aset yang sangat memadai. Hal ini juga salah satu cara dalam menanamkan Profil Pelajar Pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

 

1.2. TAHAPAN BAGJA

TAHAPAN  BAGJA

PRAKARSA

PERUBAHAN

 

TAHAPAN

Panduan Tahapan

Hasil Tahapan

B-uatpertanyaan

(Define)

 

1.    Bagaimana Mengembangkan Karakter Positif Peserta didik di Sekolah melalui kegiatan pembiasaan untuk meningkatkan Iman, Taqwa dan Akhlak warga sekolah?

 

 

1.    Berdiskusi dengan Kepala Sekolah

2.    Berkolaborasi dengan Guru Mapel PAI dan Mulok BTA

 

 

A-mbilpelajaran (Discover)

 

1.    Kegiatan pembiasaan seperti apa yang dapat menumbuhkan karakter positif siswa?

 

Melalui kegiatan pembiasaan yang dilakukan setiap hari di sekolah akan mampu membentuk karakter dan pribadi peserta didik dan warga sekolah. Kegiatan adalah:

Melalui pembiasaan yang dijadwalkan peserta didik melakukan  Pembiasaan Ayo sholawat dan zikir pagi bersama (AKSHO danZIGMA)

 

G-alimimpi (Dream)

 

1.     Karakter yang diharapkan tumbuh setelah peserta didik mengikuti kegiatan pembiasaan?

1.    Peserta didik mampu menunjukan sikap ramah, sopan, saling menghormati, kreatif dan rasa percaya diri

2.    Menujukan sikap taat beribadah dan mempertebal keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME

J-abarkanrencana (Design)

 

1.    Bagaimana Program akan berjalan  dengan baik?

2.    Siapa yang akan bertanggung Jawab dan terlibat dalam program tersebut?

3.    Apa saja yang perlu dipersiapkan ?

1.    Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 07.00 wib – 07.30 wib setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis di halaman sekolah Dengan melibatkan seluruh warga sekolah,

2.    Guru Piket yang menjadi Koordinator kegiatan rutin yang mengontrol siswa.

3.    Program sekolah yang dibiasakan adalah Sholawatan, zikir pagi dan do’a bersama dipagi hari, diikuti dengan pengkondisian siswa dengan memberikan dan menguatkan nilai-nilai akhlak yang ditanamkan seperti selalu berperilaku juju

4.    Siswa secara bergantian memimpin kegiatan sholawatan diutamakan kelas 4,5 dan 6

A-tur eksekusi (Deliver)

 

1.    Siapa yang terlibat dalam program tersebut?

2.    Apa Perannya?

3.    Kapan Pelaksanaannya?

 

1.    Penanggung Jawab Kepala Sekolah, Pengarah Dewan Guru, Koordinator Acara guru PAI dan Mulok BTA, Ketua Kelas, Peserta seluruh murid.

2.      Menyusun jadwal dan tenggat waktu serta  kegiatan dilaksanakan secara berkesinambungan.







 

1.3. PENERAPAN  MELR

1.     Rencana Monitoring

Pertanyaan Kunci

Evaluasi Program

(Diisi dengan pertanyaan utama yang menjadi tujuan evaluasi)

 

1.    Bagaimana program pembiasaan dan budaya positif sekolahdapat meningkatkan penumbuhan dan penguatan pendidikan karakter siswa SDN 7 Lahat Selatan

2.    Apa yang telah dicapai setelah melaksanakan program  pembiasaan dan budaya positif disekolah?

3.      Hambatan apa yang ditemukan  pada pelaksanaan program pembiasaan di sekolah?

 

 

2.         Fokus Monitoring

Fokus Monitoring

Pertimbangan Pemilihan

Pertanyaan Utama Monitoring

Bagaimana kegiatan atau pogram pembiasaan dan Budaya positif sekolah sebagai penumbuhan ddan penguatan penidikan karakter siswa di SDN 7 lahat Selatan

Untuk memastikan kegiatan dapat  berjalan dengan baik dan lancar, baik siswa dan guru dapat mengikuti menjalankan tugas sesuai dengan program yang dibuat

Bagaimana keterlibatan dan sikap siswa dalam menjalankan program pembiasaan yang dilaksanakan sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter di sekolah?

 

3.    Metode Pengelolaan Data

Pertanyaan Monitoring

Sumber Informasi

Metode

Kapan/Bagaimana

1.    Apakah  setiap peserta didik menjalankan perannya masing-masing dalam mempraktikan program pembiasaan yang dilaksanakan

2.    Bagaimana sikap atau karakter yang ditunjukan siswa setelah mengikuti program pembiasaan yang dilakukan

3.    Bagaimana capaiuan program pembiasaan tersebut setelah dilaksanakan?

4.    Langkah apa yang dapat dilakukanuntuk memperbaiki jika terdapat kelemahan dari program yang dilaksanakan

Guru kelas, guru mapel dan peserta didik

Wawancara, observasi

Sedang proses

 

4.    Strategi Pengelolaan Data

Pertanyaan Utama Monitoring

Data yang terkumpul

Kesimpulan

Catatan khusus, pengecualian, dll

1.    Bagaiman pelaksanaan program pembiasaan dan budaya positif yang dilakukan dalam menumbuhkan dan penguatan  pendidikan siswa di SDN 7 Lahat Selatan?

2.    Apakah setiap siswa dapat mengikuti program dengan baik?

3.    Apakah yang dicapai dari pelaksanaan program yang telah dilaksanakan?

Program pembiasaan dan budaya positif dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan

Setiap peserta didik dapat mengikuti program pembiasaan

Secara bertahap siswa mampu mengikuti kegiatan pembiasaan dan budaya positif dengan ditunjukan pada rutunitas yang dilakukan bersama

Kegiatan sedang berlangsung  dan dapat berjalan secara terus menerus setiap hari sesuai jadwal kegiaran dimulai pukul 07.00 s.d 07.30 yagan jadwal yang disesuaikan dengan jadwal pembiasaan

Kegiatan dilaksanakan kecuali hari Senin karena pelaksanaan Upacara Bendera, hari Jum’at kegiatan senam  bersama dan  kegiatan jum’at bersih serta hari sabtu kegiatan merawat tanaman

 

5.    Pembelajaran Program

Faktor-Faktor Pendukung Pelaksanaan Program

Faktor-Faktor  Penghambat Pelaksanaan Program

Pembelajaran

1.     Visi dan misi sekolah yang dipahami oleh seluruh warga sekolah

2.    Kolaborasi dan kerjasama semua warga sekolah

3.    Sarana dan prasarana yang memadai

4.    Lingkungan sekolah yang nyaman dan aman serta strategis

1.    Lingkungan masyarakat yang masih belum terlalu peduli dengan pendidikan karakter dan budaya positif sebagai penumbuh penguatan pendidikan karakter

Seluruh warga sekolah mempunyai komitmen yang sama unruk membangun dan melaksanakan program pembiasaan dan budaya positif sekolah sebagai penumbuhan dan penguatan pendidikan karakter

 

6.    Pelaporan Program

 

Laporan Pelaksanaan Program

Gambaran umum program :

Program pembiasaan dan budaya positif sekolahmerupakan salah satu upaya penumbuhan dan penguatan karakter siswa. Kegiatan rutin dilaksanakan setiap hari sebelum pembelajaran diimulai daan dilaksanakan di halaman sekolah secara bersamaan. Kegiatan ini dilaksanakan terprogram karena setiap peserta didik diharapkan mampu memiliki sikap dan kepribadaian yang berakhlak mulia sesuai dengan profil pelajar pancasila

 

 

Deskripsi Pelaksanaan Program

1.    Waktu pelaksaanaan

-          Sholawat dan zikir pagi setiap hari selasa, rabu dan kamis mulai pukul 07.00 wib – 07.30 wib

2.    Strategi pelaksanaan program

Berbagi peran merupakan strategi yang dilaksanakan untuk pelaksanaan program pembiasaan adalah ketua koordinasi dan guru kelas masing-masing. Untuk kegiatan sholawatan penanggung jawab guru Agama dan Mulok BTA

3.    Faktor pendukung dan penghambat program :

Faktor pendukung adalah KepalaSekolah sebagai monitoring program dan antusias siswa dalam melaksanakan program. Faktor penghambat kurangnya kesadaran penuh lingkungan masyaarakat  menunjang kegiatan budaya positif sekolah

4.    Hasil pelaksanaan program

Selalu dilakukan evaluasi dan dilaporkan setiap bulannya. Program ini dapat dilaksanakan dengan lancar. Program ini juga program yang berkesimnambungan dilaksanakan secara rutin dan terus melaksanakan perbaikan-perbaikan untuk masa depan yang lebih baik.

 

EVALUASI PROGRAM

Melalui wawancara, observasi,survey dilakukan untukk kemajuan ekosistem sekolah yang baik dari hasil nyata dari program yang dijalankan

PEMBELAJARAN PROGRAM

Pembelajaran yang didapat dari program pembiasaan ini adalah terciptanya ekosistem dan budaya Sekolah yang regilius, unggul, siswa yang memiliki kepribadian yang baik dan berakhlak mulia yang menjadi kunci dlam meningkatkan pembelajaran yang berpihak pada murid

 

2.   ARTIKEL REFLEKSI

2.1       Persiapan (Fact)

2.1.1   Latar Belakang

Bersholawat membuat kita lebih tenang sehingga dapat berfikir jernih sebelum belajar, dan Berdzikir mengingat Allah di pagi hari merupakan obat bagi jiwa. Melafalkan dzikir senantiasa akan membuat hati dan jiwa terasa lebih tenang dan siap untuk menghadapi pelajaran pada hari ini  dan sekaligus mengajarkan kepada peserta didik mandiri, disiplin, menanamkan rasa Syukur kepada Allah SWT, meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta menumbuhkan Budaya Positif melalui pembiasaan pagi.

SDN 7 Lahat Selatan terletak di sebuah Desa disudut kota lahat yang notabene kehidupan orang tua/wali murid adalah rata-rata buruh atau pemecah batu kali dipinggiran sungai Lematang dan banyak yang bekerja serabutan tak menentu. Dengan kesibukan orang tua dari pagi sampai sore yang bekerja, menjadikan kurangnya pengawasan anak dalam pendidikan  karakter anak dalam keluarga. Di zaman modern seperti ini banyak pengaruh budaya Negatif yang akan cepat masuk ke dunia anak-anak.

Pada usia anak Sekolah Dasar jika sejak dini tidak ditanamkan Pembiasaan Budaya Positif dan penanaman moral etika,,maka menjadikan lemahnya  akhlak dan etika peserta didik. apalagi keberadaan sekolah yang berdekatan dengan seorang warga Konghucu  yang berpengaruh dan ada Wihara (tempat ibadah umat  Budha) sekaligus kita mengajarkan kepada peserta didik untuk saling menghormati dan menghargai Toleransi antar umat  beragama.

Dengan latar belakang agama dan kebudayaan warga sekolah dasar negeri 7 lahat selatan yang mayoritas 100% muslim dan adat budaya daerah lokal yang masih terjaga kelestariannya seperti  adanya arca / patung  makom nenek moyang, pelestarian  budaya pantauan, tarian daerahnya dan jurai tue (sesepuh) menjadikan landasan untuk menggunakan Sumber daya atau aset yang dimiliki sekolah sebagaii kekuatan dalam melaksanakan program yang mengedepankan kepentingan peserta didik atau program yang berdampak pada murid. dalam penyusunan program harus disesuaikan dengan visi dam misi sekolah yang ada agar program dapat tersusun dan terencana dengan baik. program yang dilaksanakan sewajarnya memiliki tahapan-tahapan yang dimulai dari Perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, rencana tindak lanjut sebagai perbaikan. untuk mewujudkan program yang berdampak pada murid.

Melalui  Tahapan BAGJA berdiskusi dengan Kepala Sekolah dan kolaborasi bersama rekan sejawat terutama guru Mapel PAI dan Mulok BTA maka dibentuklah sebuah Program pembiasaan pagi yaitu Ayo Sholawat dan zikir pagi bersama.





2.2       Perasaan (Feeling)

Penumbuhan karakter peserta didik sejak dini adalah hal yang sangat baik. Perasaan saya setelah terlaksananya program Sholawat dan zikir pagi bersama sangat senang karena dengan dilaksanakannya pembiasaan pagi ini melatih kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan murid, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta rasa Syukur kepada Allah SWT melalui pembacaan sholawat, dzikir,  istighfar, ayat-ayat pendek dan do’a selamat serta senandung lagu islami.


 

2.3       Pembelajaran (Finding)

Pembelajaran yang saya rasakan dari program AKSHO dan ZIGMA (Ayo Kita Sholawat dan Zikir paGI bersaMA ) adalah bahagia karena mengajak anak-anak untuk selalu bersyukur dan  disiplin setiap pagi bersama-sama di halaman sekolah sebelum memulai proses  Kegiatan Belajar Mengajar di dalam Kelas. Pada awal kegiatan seluruh dewan guru yang memimpin kegiatan Sholawat dan Zikir bersama diikuti oleh seluruh peserta didik. Kemudian pada minggu berikutnya siswa  kelas 4,5 dan 6 secara bergantian yang memimpin kegiatan ini.Pembelajaran bagi siswa dalam keberhasilan program ini adalah siswa lebih disiplin , mandiri dan merasa bersyukur. Kepada Allah SWT. Program AKSHO dan ZIGMA ini masih dalam pelaksanaan maka tingkat kegagalannya belum begitu terlihat yang pasti peserta didik selalu semangat dan antusias datang ke sekolah lebih awal dan langsung kumpul berbaris di halaman sekolah untuk melaksanakan pembiasaan setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis.

 

2.4      Rencana Perbaikan dimasa depan (Future)

Ke depannya saya berencana akan menerapkan program yang berdampak pada murid di kelas melalui pembelajaran langsung yang lebih menarik dan inovatif .













 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERJALANAN SANG PENGGERAK_MERLIANA, S.Pd_CGP_ANGKATAN_2_SDN_7_Lahat_Selatan_Kab_Lahat

Koneksi Antar Materi_Pendidikan yang Memerdekakan_CPP A10-SUM-SEL

2.1.a.9- KONEKSI ANTAR MATERI-PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI