EKSPLORASI KONSEP_MERAMU HASIL BELAJAR_CPP A10_Merliana_Sumatera Selatan

 MERLIANA_CPP A10_SUMATERA SELATAN

Pendidikan diartikan sebagai‘Tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak’. Maksud Pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. 

Pertama kali harus diingat, bahwa Pendidikan itu hanya suatu ‘tuntunan’ di dalam hidup tumbuhnya anak-anak kita. Artinya, bahwa hidup tumbuhnya anak itu terletak di luar kecakapan atau kehendak kita kaum pendidik. Anak-anak itu sebagai makhluk, manusia, dan benda hidup, sehingga mereka hidup dan tumbuh menurut kodratnya sendiri. Seperti penjelasan sebelumnya, bahwa ‘kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu’ tiada lain ialah segala kekuatan yang ada dalam hidup batin dan hidup lahir dari anak-anak itu karena kekuasaan kodrat. Kita kaum pendidik hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan- kekuatan itu, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya itu.Dalam proses pembelajarannya, ternyata tidak hanya mengkonsentrasikan pada pelajaran (latihan) panca indra saja, tetapi permainan anak juga dimasukkan pada pembelajaran di sekolah sebagai kultur. Kita tidak dapat membandingkan metode Frobel, Montessori dan Taman Siswa tentangpengaruh tenaga lahir pada batin seperti berikut: 

 Montessori mementingkan pelajaran panca indra, hingga ujung jari pun dihidupkan rasanya, menghadirkan beberapa alat untuk latihan panca indra dan semua itu bersifat pelajaran. Anak diberi kemerdekaan dengan luas, tetapi permainan tidak dipentingkan 

Frobel juga mendjaikan panca indra sebagai konsentrasi pembelajarannya, tetapi yang diutamakan adlah permainan anak-anak, kegembiraan anak, sehingga pelajaran panca indra juga diwujudkan mengjadi barang-barang yang menyenangkan anak. Namun, dalam proses pembelajarannya anak masih diperintah. 

Taman Siswa bisa dikatakan memakai kedua metode tersebut, akan tetapi pelajaran paca indra dan permainan aka itu tidak dipisah, yaitu dianggap satu. Sebab, salam Taman Siswa terdapat kepercayaan bahwa dalam segala tingkah laku dan segala kehidupan anak-anak tersebut sudah diisi Sang Maha Among (Pemelihara) dengan segala alat-alat yang bersifat mendidik si anak.

Kerangka Utama Yang Tetap dan Yang Berubah: Kodrat Keadaan

- Kodrat Keadaan

Kodrat Alam (Sifat, Bentuk)

Sifat pokok tiap-tiap kebudayaan adalah universal (perikemanusiaan)

 Bentuk kebudayaan berbeda-beda sesuai kodrat alam

Kodrat Zaman (Isi, Irama)

 Isi kebudayaan timbul karena pengaruh zaman yang ditempati masyarakat

 Irama kebudayaan adalah cara menggunakan segala unsur kebudayaa

Bentuk, Isi, dan Irama bisa, dan perlu, berubah

 Kerangka Utam Prinsip Melakukan Perubahan

 Asas Tri-Kon

1.  Kontinuiteit

Pertukaran satu kebudayaan dengan kebudayaan lainnya harus kontinuiteit dengan alam kebudayaannya sendiri. 

2. Konvergensi

Pertukaran kebudayaan mengarah pada kesatuan dengan alam universal.

3. Konsentris

 Sebuah kebudayaan memiliki satu titik pusat dengan alam-alam kebudayaan sedunia, tetapi masih memiliki garis lingkaran sendiri-sendiri.

Kerangka Utama (3)

Hal Yang Berubah: Budi Pekerti

• BUDI —> Batin —> Tri-Sakti —> Pikiran + Rasa + Kemauan [Cipta + Rasa + Karsa] PEKERTI —> Lahir —> Tenaga

• BUDI PEKERTI = Bulatnya Jiwa manusia —> hasil dari bersatunya gerak pikiran, perasaan, dan kemauan (budi) sehingga menimbulkan tenaga (pekerti).

• Pikiran mempunyai tugas memisah-misahkan, membanding-bandingkan, dan menetapkan benar atau tidaknya sesuatu. Rasa mempunyai tugas menetapkan baik atau buruknya sesuatu.Kemauan adalah keinginan yang sudah tetap dan pasti, tinggal melaksanakan saja.

• Tidak ada dua budi pekerti yang sama sehingga kita dapat membedakan orang yang satu dengan lainnya.

 • Kebersihan budi = bersatunya cipta-rasa-karsa = tajamnya pikiran, halusnya rasa, kuatnya kemauan—> Hal ini akan membawa kepada kebijaksanaan.

• Budi manusia itu menginginkan segala sesuatu yang baik (luhur, etika) dan indah (halus, estetika)yang berdasar pada ketertiban (orde).

Pendidikan: tempat persemaian benih-benih kebudayaan yang hidup dalam masyarakat kebangsaan, dengan maksud agar segala unsur peradaban dan kebudayaan dapat tumbuh dengan sebaik-baiknya dan dapat kita teruskan kepada anak cucu kita yang akan datang.

Pendidikan: daya upaya untuk memajukan perkembangan budi pekerti (kekuatan batin), fikiran (intelek) dan jasmani anak-anak, dengan maksud supaya kita dapat memajukan kesempurnaan hidup, yakni kehidupan dan penghidupan anak-anak, selaras dengan alamnya dan masyarakatnya.

Pendidikan nasional: pendidikan yang berdasarkan garis-garis bangsanya (kultural-nasional) dan ditujukan untuk perikehidupan, yang dapat mengangkat derajat negeri dan rakyatnya, sehingga bersamaan kedudukan dan pantas bekerjasama dengan lain-lain bangsa untuk kemuliaan segenap manusia di seluruh dunia.

Pengajaran adalah bagian dari pendidikan dengan cara memberi ilmu yang berfaedah  buat hidup anak-anak, baik lahir dan batin. Pengajaran pengetahuan adalah sebagian dari pendidikan, yang terutama  dipergunakan untuk mendidik pikiran; dan ini perlu sekali, tidak sajauntuk memajukan kecerdasan batin, namun pula untuk melancarkan hidup pada umumnya. Seyogyanyalah pendidikan pikiran ini dibangun setinggi-tingginya, sedalam-dalamnya, da.selebar-lebarnya, agar anak-anak kelak dapat membangun perikehidupannya lahir dan batin dengan sebaik-baiknya




  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERJALANAN SANG PENGGERAK_MERLIANA, S.Pd_CGP_ANGKATAN_2_SDN_7_Lahat_Selatan_Kab_Lahat

Koneksi Antar Materi_Pendidikan yang Memerdekakan_CPP A10-SUM-SEL

2.1.a.9- KONEKSI ANTAR MATERI-PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI